Johann Wolfgang von Goethe(1749-1832)
Novelis, dramawan, penyair, dan juga filsuf Jerman, salah satu tokoh terbesar
dalam bidangsastra di Barat. Sepanjang hidupnya Goethe tertarik dengan berbagai
macam studi dan penelitian. Dia membuat penemuan penting yang berhubungan
dengan kehidupan tanaman dan hewan. Dalam kesusastraan dia mulai terkenal lewat
karya The Sorrows of Young Werther (1774), sedangkan karyanya yang
paling terkenal di seluruh dunia adalah drama puitik dua babak, Faust.
Johann
Wolfgang von Goethe dilahirkan pada 28 Agustus 1749 di Frankurt am Main,
sebagai anak pertama dari pengacara Johann Caspar Goethe dan Katherine
Elisabeth Textor. Goethe menjalani masa kanak-kanak dengan berkecukupan dan
sangat dipengaruhi oleh ibunya yang mendorong Goethe menekuni dunia sastra.
Setelah mengalami kesulitan di sekolah formal, Goethe kemudian dididik di
rumah.Sejak muda ini Goethe sudah rajin membaca buku, termasuk karya-karya
sastra Yunnai klasik. Pada usia 16 tahun Goethe mulai mempelajari hukum di
Universitas Leipzig (1765-1768) dan juga belajar melukis kepada Adam Oeser.
Setelah menderita penyakit yang agak lama dia kemudian melanjutkan studinya di
Strassburg (1770-1771) — beberapa penulis biografi menduga bahwa Goethe
menderita penyakit kelamin (sipilis). Pada 1771-1772 Goethe berpraktek sebagai
pengacara di Frankurt dan pada 1772 di Wetzlar. Pada 1772-1773 Goethe banyak
menulis untuk Frankfurter Gelehrte Anzeigen.
Pada
masa mudanya Goethe secara emosional kerap tak tenang hingga bahkan dia
kadang-kadang ketakutan dengan pikirannya sendiri. Dia juga diakui sebagai
tokoh utama dalam gerakan Sturm and Drang, yang memuja kualitas
energetik Promothean dalam menentang cita-cita idealistik rasional dari Abad
Pencerahan.Puisi Goethe yang berjudul ‘Promotheus,’ yang menegaskan bahwa
manusia tak boleh percaya kepada dewa-dewa tetapi kepada dirinya sendiri, dapat
dilihat sebagai moto dari seluruh gerakan tersebut. Tetapi setelah berekreasi
ke Swiss, Goethe mulai meninggalkan masa lalunya itu. Pada 1775 dia disambut
hangat oleh Pangeran Karl August di Weimar, dan Goethe bekerja pemerintahannya.
Goethe kadang-kadang membacakan karyanya keras-keras di hadapan sekelompok
orang tertentu, termasuk sang pangeran dan dua putri istana. Tetapi Goethe juga
kecewa karena seorang pelatih anjing juga diperbolehkan ikut bersamanya untuk
menghibur di teater istana. Pada periode ini Goethe tak banyak mempublikasikan
fiksi, dan dia mencintai Charlotte von Stein, perempuan yang lebih tua darinya
dan sudah menikah, tetapi cintanya adalah cinta platonik. Akan tetapi pada masa
ini pula riset ilmiah Goethe menunjukkan hasil besar. Dia menemukan tulang
maxilla (1784), dan merumuskan teori vertebral. Pada 1786-1788 dia bepergian ke
Italia dan menurutnya “Di Roma aku menemukan diriku sendiri untuk pertama
kalinya.” Perjalanannya itu mengakhiri kehidupan selibat dari Goethe, dan
mengilhami dramanya, Iphigenie auf Tauris, dan Römishe Elegien,
sebuah puisi sensual yang ditujukan kepada Christiane Vulpius, yang kemudian
menjadi kekasihnya pada 1789. Ketergantungan emosionalnya kepada Charlotte von
Stein berakhir dan dia hidup bahagia dengan Christiane tanpa ikatan pernikahan
(dan 18 tahun kemudian barulah dia menikahinya). Setelah dibebaskan dari tugas
sehari-hari di pemerintahan dia mulai berkonsentrasi untuk menulis, meskipun
dia masih menjadi supervisor untuk seni dan sains kerajaan dan direktur teater
istana (1791-1817). Pada 1790-an ini Goethe mulai ikut memberi kontribusi untuk
jurnalnya Friedrich von Schiller, Die Horen. Goethe juga mendirikan
jurnalnya sendiri, Propyläen, tempat di mana dia banyak menulis tentang
soal-soal seni dan sastra. Goethe juga menjadi editor untuk Kunst and
Altertum (1816-32) dan Zur Naturwissenschaft (1817-24). Pada 1812
Goethe bertemu dengan komposer Ludwig van Beethoven di Teplitz.Beethoven
menyusun beberapa komposisi musik berdasarkan karya Goethe, salah satunya
adalah Egmont. Komposer ternama lainnya, Franz Schubert menyusun karya
besarnya, ‘Gretchen am Spinnrade’ juga diilhami oleh karya Goethe, Faust,
tetapi Goethe tak banyak memberi apresiasi terhadap karya musik Schubert ini.
Faust muncul dalam
dua bagian, pertama pada 1808, dan kedua pada 1832. Karya ini didasarkan pada
karya Christopher Marlowe yang berjudul sama, Faust. Tokoh asli dalam
Faust itu adalah Gregorius Faustus (atau Gregorius Sabellicus, Fautus Junior,
1480-1510/1), seorang pencari ilmu yang terlarang. Identitas sejatinya tak
diketahui, tetapi dia mengklaim dirinya seorang astrolog, ahli sihir dan kimia.
Legenda tokoh ini menarik perhatian Christopher Marlowe dan menciptakan drama Faust,
di mana dalam drama ini Marlowe sekaligus mengungkapkan studi psikologis
tentang pertempuran antara kebaikan dan kejahatan. Sedangkan Goethe menciptakan
tokoh baru untuk si Setan – Mephistopheles. Keinginan Faust akan pengetahuan
adalah tak terbatas, dan dia membuat perjanjian dengan Mephistopheles: dia akan
mati saat dia menyatakan bahwa dirinya sudah puas. Pada bagian pertama Faust
kehilangan Margaret, seorang gadis tak berdosa, yang dikutuk mati oleh Faust
karena membunuh anak tak sahnya. Pada bagian kedua Faust menikahi Helen of Troy
dan menciptakan komunitas yang bahagia. Faust akhirnya puas, tetapi
Mephistopheles tak jadi merayakan kemenangan karena malaikat mengangkat Faust
ke sorga.
Pada usia 74 tahun Goethe jatuh
cinta dengan seorang gadis berusia 19 tahun, Ulrike von Levetzow. Dia
menguntitnya dengan penuh harapan dari Marienbad sampai ke Karlsbad, tetapi
kemudian kembali ke Weimar dengan kecewa. Di sana dia menulis The Marienbad
Elegy,puisinya yang paling pribadi. Goethe meninggal di Weimar pada 22
Maret 1832.
Karya-karya Goethe antara lain Götz
und Berlichingen (1773); Die Leiden des Jungen Werthers (The
Sorrows of Young Werther, 1774); Iphigenia in Tauris (1787); Egmont
(1788); Roman Elegies (1790); Faust, ein Fragment (1790); Torquato
Tasso (1790); Wilhelm Meisters Lehrjahre (1796), difilmkan pada 1974
oleh sutradara Wim Werders dengan judul Wrong Movement; Hermann und
Dorothea (1797); Faust I (1808); Der Wahlverwandtschaften
(1809); Zur Farbenlehre (1810); The Italian Journey (1816-1817); Divan
of West and East (1819); Faust II (1832); Aus Meinem Leben.
Dichtung und Wahrheit (1811-1833); dan lain-lain.
Quelle : http://m.kompasiana.com/post/read/604278/2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar