Ads 468x60px

Jumat, 03 Januari 2014

Biografi Johann Wolfgang von Goethe



Johann Wolfgang von Goethe(1749-1832) Novelis, dramawan, penyair, dan juga filsuf Jerman, salah satu tokoh terbesar dalam bidangsastra di Barat. Sepanjang hidupnya Goethe tertarik dengan berbagai macam studi dan penelitian. Dia membuat penemuan penting yang berhubungan dengan kehidupan tanaman dan hewan. Dalam kesusastraan dia mulai terkenal lewat karya The Sorrows of Young Werther (1774), sedangkan karyanya yang paling terkenal di seluruh dunia adalah drama puitik dua babak, Faust.

            Johann Wolfgang von Goethe dilahirkan pada 28 Agustus 1749 di Frankurt am Main, sebagai anak pertama dari pengacara Johann Caspar Goethe dan Katherine Elisabeth Textor. Goethe menjalani masa kanak-kanak dengan berkecukupan dan sangat dipengaruhi oleh ibunya yang mendorong Goethe menekuni dunia sastra. Setelah mengalami kesulitan di sekolah formal, Goethe kemudian dididik di rumah.Sejak muda ini Goethe sudah rajin membaca buku, termasuk karya-karya sastra Yunnai klasik. Pada usia 16 tahun Goethe mulai mempelajari hukum di Universitas Leipzig (1765-1768) dan juga belajar melukis kepada Adam Oeser. Setelah menderita penyakit yang agak lama dia kemudian melanjutkan studinya di Strassburg (1770-1771) — beberapa penulis biografi menduga bahwa Goethe menderita penyakit kelamin (sipilis). Pada 1771-1772 Goethe berpraktek sebagai pengacara di Frankurt dan pada 1772 di Wetzlar. Pada 1772-1773 Goethe banyak menulis untuk Frankfurter Gelehrte Anzeigen.
            Pada masa mudanya Goethe secara emosional kerap tak tenang hingga bahkan dia kadang-kadang ketakutan dengan pikirannya sendiri. Dia juga diakui sebagai tokoh utama dalam gerakan Sturm and Drang, yang memuja kualitas energetik Promothean dalam menentang cita-cita idealistik rasional dari Abad Pencerahan.Puisi Goethe yang berjudul ‘Promotheus,’ yang menegaskan bahwa manusia tak boleh percaya kepada dewa-dewa tetapi kepada dirinya sendiri, dapat dilihat sebagai moto dari seluruh gerakan tersebut. Tetapi setelah berekreasi ke Swiss, Goethe mulai meninggalkan masa lalunya itu. Pada 1775 dia disambut hangat oleh Pangeran Karl August di Weimar, dan Goethe bekerja pemerintahannya. Goethe kadang-kadang membacakan karyanya keras-keras di hadapan sekelompok orang tertentu, termasuk sang pangeran dan dua putri istana. Tetapi Goethe juga kecewa karena seorang pelatih anjing juga diperbolehkan ikut bersamanya untuk menghibur di teater istana. Pada periode ini Goethe tak banyak mempublikasikan fiksi, dan dia mencintai Charlotte von Stein, perempuan yang lebih tua darinya dan sudah menikah, tetapi cintanya adalah cinta platonik. Akan tetapi pada masa ini pula riset ilmiah Goethe menunjukkan hasil besar. Dia menemukan tulang maxilla (1784), dan merumuskan teori vertebral. Pada 1786-1788 dia bepergian ke Italia dan menurutnya “Di Roma aku menemukan diriku sendiri untuk pertama kalinya.” Perjalanannya itu mengakhiri kehidupan selibat dari Goethe, dan mengilhami dramanya, Iphigenie auf Tauris, dan Römishe Elegien, sebuah puisi sensual yang ditujukan kepada Christiane Vulpius, yang kemudian menjadi kekasihnya pada 1789. Ketergantungan emosionalnya kepada Charlotte von Stein berakhir dan dia hidup bahagia dengan Christiane tanpa ikatan pernikahan (dan 18 tahun kemudian barulah dia menikahinya). Setelah dibebaskan dari tugas sehari-hari di pemerintahan dia mulai berkonsentrasi untuk menulis, meskipun dia masih menjadi supervisor untuk seni dan sains kerajaan dan direktur teater istana (1791-1817). Pada 1790-an ini Goethe mulai ikut memberi kontribusi untuk jurnalnya Friedrich von Schiller, Die Horen. Goethe juga mendirikan jurnalnya sendiri, Propyläen, tempat di mana dia banyak menulis tentang soal-soal seni dan sastra. Goethe juga menjadi editor untuk Kunst and Altertum (1816-32) dan Zur Naturwissenschaft (1817-24). Pada 1812 Goethe bertemu dengan komposer Ludwig van Beethoven di Teplitz.Beethoven menyusun beberapa komposisi musik berdasarkan karya Goethe, salah satunya adalah Egmont. Komposer ternama lainnya, Franz Schubert menyusun karya besarnya, ‘Gretchen am Spinnrade’ juga diilhami oleh karya Goethe, Faust, tetapi Goethe tak banyak memberi apresiasi terhadap karya musik Schubert ini.
Faust muncul dalam dua bagian, pertama pada 1808, dan kedua pada 1832. Karya ini didasarkan pada karya Christopher Marlowe yang berjudul sama, Faust. Tokoh asli dalam Faust itu adalah Gregorius Faustus (atau Gregorius Sabellicus, Fautus Junior, 1480-1510/1), seorang pencari ilmu yang terlarang. Identitas sejatinya tak diketahui, tetapi dia mengklaim dirinya seorang astrolog, ahli sihir dan kimia. Legenda tokoh ini menarik perhatian Christopher Marlowe dan menciptakan drama Faust, di mana dalam drama ini Marlowe sekaligus mengungkapkan studi psikologis tentang pertempuran antara kebaikan dan kejahatan. Sedangkan Goethe menciptakan tokoh baru untuk si Setan – Mephistopheles. Keinginan Faust akan pengetahuan adalah tak terbatas, dan dia membuat perjanjian dengan Mephistopheles: dia akan mati saat dia menyatakan bahwa dirinya sudah puas. Pada bagian pertama Faust kehilangan Margaret, seorang gadis tak berdosa, yang dikutuk mati oleh Faust karena membunuh anak tak sahnya. Pada bagian kedua Faust menikahi Helen of Troy dan menciptakan komunitas yang bahagia. Faust akhirnya puas, tetapi Mephistopheles tak jadi merayakan kemenangan karena malaikat mengangkat Faust ke sorga.
Pada usia 74 tahun Goethe jatuh cinta dengan seorang gadis berusia 19 tahun, Ulrike von Levetzow. Dia menguntitnya dengan penuh harapan dari Marienbad sampai ke Karlsbad, tetapi kemudian kembali ke Weimar dengan kecewa. Di sana dia menulis The Marienbad Elegy,puisinya yang paling pribadi. Goethe meninggal di Weimar pada 22 Maret 1832.
Karya-karya Goethe antara lain Götz und Berlichingen (1773); Die Leiden des Jungen Werthers (The Sorrows of Young Werther, 1774); Iphigenia in Tauris (1787); Egmont (1788); Roman Elegies (1790); Faust, ein Fragment (1790); Torquato Tasso (1790); Wilhelm Meisters Lehrjahre (1796), difilmkan pada 1974 oleh sutradara Wim Werders dengan judul Wrong Movement; Hermann und Dorothea (1797); Faust I (1808); Der Wahlverwandtschaften (1809); Zur Farbenlehre (1810); The Italian Journey (1816-1817); Divan of West and East (1819); Faust II (1832); Aus Meinem Leben. Dichtung und Wahrheit (1811-1833); dan lain-lain.
 Quelle : http://m.kompasiana.com/post/read/604278/2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar